Entri Populer

Hot News

Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bacaan. Tampilkan semua postingan

Tabarruj dan Ikhtilath

0 komentar
Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan danperhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab).Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya,lehernya, dan wajahnya.

Menurut syariah, tabarruj adalahsetiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mataorang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di manaseorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok danditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyahterdahulu.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamuberhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahuludan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah ALLAH danRasul-Nya. Sesungguhnya ALLAH bermaksud hendak menghilangkan dosa darikamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS.Al-Ahzab 33)

ALLAH juga melarang mereka melakukan tabarrujseperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksudtabarruj jahiliyah terdahulu itu?

Mujahid berkata, “Wanita dahulu keluar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu.”

Qatadah berkata, “Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. ALLAH melarang hal ini.”

Muqatilbin Hayyan berkata, “Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkankerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarrujterdahulu di mana ALLAH melarang wanita-wanita beriman untukmelakukannya.”

Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid,“Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orangJahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahuluberjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”

Adayang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyahsebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yangmelakukan perbuatan jahiliyah pertama.

Sedangkan pengertianikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih.Ikhtilath dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuandan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidakdibenarkan oleh Islam.

Imam Abu Daud meriwayatkan, Hamzah binAbi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumahdari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan.Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakangsaja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika adalaki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta adawanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannyatersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (HR. Abu Daud).

Al-Qur’anmemberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap,bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. ALLAH berfirman, “Haiistri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jikakamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehinggaberkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlahperkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab 32)

Sekarang ini pemandanganwanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Duniaentertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budayatabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka.Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-temanwanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya.


Bahaya Tabarruj dan Ikhtilath

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan bahaya tabarruj dan ikhtilah bagi, diri, keluarga, dan masyarakat.

1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya
Danbarangsiapa bermaksiat kepada ALLAH akan merasakan akibatnya. Samasekali tidak akan membahayakan ALLAH. Rasulullah saw. bersabda, “Setiapumatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.” Mereka (sahabat)bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda,“Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiatkepadaku ia orang yang tidak mau.” (HR. Bukhari)

2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar
Karenakedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Diriwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqahdatang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalammembela Islam. Beliau bersabda, “Aku membaiatmu agar kamu tidakmenyekutukan ALLAH dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidakmembunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karenaperbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidaktabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (HR. Bukhari)

3. Tabarruj dan Ikhtilath mendatangkan laknat
DiMustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin UmarRasulullah saw bersabda, “Akan datang di akhir umatku nanti laki-lakiyang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintumasjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, dikepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itukarena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum,tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita merekasebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian.”

4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka
AbuHurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua golongan pendudukneraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama merekacambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang.Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak merekadan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus,mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunyatercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

5. Tabarruj adalah Kemunafikan yang akan Mendatangkan Kegelapan di hari Kiamat
Al-Baihaqimeriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, “Sebaik-baikwanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok(dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada ALLAH. Dan seburuk-burukwanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orangmunafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecualiseperti gagak putih.” (HR. Baihaqi).

6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat
Diriwayatkandari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Ada tiga orang yang, kamu janganbertanya kepada mereka: seseorang yang keluar dari jamaah dan durhakakepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budakperempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati,dan seorang wanita ditinggal keluar oleh suaminya dan telah dicukupikebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka janganbertanya kepada mereka.” (HR. Ahmad)

7. Tabarruj adalah sunnah Iblis
Jikamenutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalahsunnah Nabi saw. Maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, dimana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnyaterbuka. ALLAH mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidakterfitnah oleh tipu daya Iblis. ALLAH berfirman,

“Hai anak Adam,janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana iatelah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan darikeduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempatyang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikansyetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidakberiman.” (QS. Al-A’raf: 27).

8. Tabarruj dan Ikhtilath adalah Permulaan Zina
Setiapkali penyimpangan terjadi akan melahirkan penyimpangan lain yang lebihbesar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjagakehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya,terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirnadan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudahdilakukan bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar.Termasuk di antaranya zina. Di tengah masyarakat kita sekarang terjadiperbedaan persepsi tentang zina. Bahkan tidak ada undang-undang yangmenjadikan zina sebagai kejahatan kecuali ia terkait dengan hak-hakasasi manusia.

9. Tabarruj dan Ikhtilath mengundang Siksaan ALLAH
Dihadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah nampakkebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan(melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dankelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka.” (HR. IbnuMajah).


Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang ALLAH sinyalir dalam Al-Qur’an,

“Danjika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkankepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaatiALLAH) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudahsepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudiankami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra’: 16)

Tentusaja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku kemaksiatan, kaummutabarrijat dan mereka tidak ada hijab dalam hubungan antar lawanjenis. Semua orang yang ada di sebuah komunitas akan terkena dampaknya.Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagaikemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpinmenjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amarma’ruf nahi mungkar.

Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa iamendengar sabda Rasulullah saw, “Jika manusia melihat kemungkaran lalutidak merubahnya, hampir ALLAH meratakan siksanya kepada mereka semua.”(Diriwayatkan Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

Dakwatuna.com


Tabarruj dan Ikhtilath

0 komentar
Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan danperhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab).Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya,lehernya, dan wajahnya.

Menurut syariah, tabarruj adalahsetiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mataorang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di manaseorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok danditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyahterdahulu.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamuberhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahuludan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah ALLAH danRasul-Nya. Sesungguhnya ALLAH bermaksud hendak menghilangkan dosa darikamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS.Al-Ahzab 33)

ALLAH juga melarang mereka melakukan tabarrujseperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksudtabarruj jahiliyah terdahulu itu?

Mujahid berkata, “Wanita dahulu keluar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu.”

Qatadah berkata, “Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. ALLAH melarang hal ini.”

Muqatilbin Hayyan berkata, “Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkankerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarrujterdahulu di mana ALLAH melarang wanita-wanita beriman untukmelakukannya.”

Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid,“Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orangJahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahuluberjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”

Adayang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyahsebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yangmelakukan perbuatan jahiliyah pertama.

Sedangkan pengertianikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih.Ikhtilath dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuandan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidakdibenarkan oleh Islam.

Imam Abu Daud meriwayatkan, Hamzah binAbi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumahdari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan.Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakangsaja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika adalaki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta adawanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannyatersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (HR. Abu Daud).

Al-Qur’anmemberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap,bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. ALLAH berfirman, “Haiistri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jikakamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehinggaberkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlahperkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab 32)

Sekarang ini pemandanganwanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Duniaentertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budayatabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka.Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-temanwanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya.


Bahaya Tabarruj dan Ikhtilath

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan bahaya tabarruj dan ikhtilah bagi, diri, keluarga, dan masyarakat.

1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya
Danbarangsiapa bermaksiat kepada ALLAH akan merasakan akibatnya. Samasekali tidak akan membahayakan ALLAH. Rasulullah saw. bersabda, “Setiapumatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.” Mereka (sahabat)bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda,“Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiatkepadaku ia orang yang tidak mau.” (HR. Bukhari)

2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar
Karenakedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Diriwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqahdatang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalammembela Islam. Beliau bersabda, “Aku membaiatmu agar kamu tidakmenyekutukan ALLAH dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidakmembunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karenaperbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidaktabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (HR. Bukhari)

3. Tabarruj dan Ikhtilath mendatangkan laknat
DiMustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin UmarRasulullah saw bersabda, “Akan datang di akhir umatku nanti laki-lakiyang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintumasjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, dikepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itukarena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum,tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita merekasebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian.”

4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka
AbuHurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua golongan pendudukneraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama merekacambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang.Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak merekadan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus,mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunyatercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

5. Tabarruj adalah Kemunafikan yang akan Mendatangkan Kegelapan di hari Kiamat
Al-Baihaqimeriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, “Sebaik-baikwanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok(dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada ALLAH. Dan seburuk-burukwanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orangmunafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecualiseperti gagak putih.” (HR. Baihaqi).

6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat
Diriwayatkandari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Ada tiga orang yang, kamu janganbertanya kepada mereka: seseorang yang keluar dari jamaah dan durhakakepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budakperempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati,dan seorang wanita ditinggal keluar oleh suaminya dan telah dicukupikebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka janganbertanya kepada mereka.” (HR. Ahmad)

7. Tabarruj adalah sunnah Iblis
Jikamenutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalahsunnah Nabi saw. Maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, dimana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnyaterbuka. ALLAH mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidakterfitnah oleh tipu daya Iblis. ALLAH berfirman,

“Hai anak Adam,janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana iatelah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan darikeduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempatyang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikansyetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidakberiman.” (QS. Al-A’raf: 27).

8. Tabarruj dan Ikhtilath adalah Permulaan Zina
Setiapkali penyimpangan terjadi akan melahirkan penyimpangan lain yang lebihbesar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjagakehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya,terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirnadan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudahdilakukan bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar.Termasuk di antaranya zina. Di tengah masyarakat kita sekarang terjadiperbedaan persepsi tentang zina. Bahkan tidak ada undang-undang yangmenjadikan zina sebagai kejahatan kecuali ia terkait dengan hak-hakasasi manusia.

9. Tabarruj dan Ikhtilath mengundang Siksaan ALLAH
Dihadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah nampakkebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan(melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dankelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka.” (HR. IbnuMajah).


Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang ALLAH sinyalir dalam Al-Qur’an,

“Danjika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkankepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaatiALLAH) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudahsepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudiankami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra’: 16)

Tentusaja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku kemaksiatan, kaummutabarrijat dan mereka tidak ada hijab dalam hubungan antar lawanjenis. Semua orang yang ada di sebuah komunitas akan terkena dampaknya.Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagaikemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpinmenjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amarma’ruf nahi mungkar.

Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa iamendengar sabda Rasulullah saw, “Jika manusia melihat kemungkaran lalutidak merubahnya, hampir ALLAH meratakan siksanya kepada mereka semua.”(Diriwayatkan Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

Dakwatuna.com


Tabarruj dan Ikhtilath

0 komentar
Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan danperhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab).Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya,lehernya, dan wajahnya.

Menurut syariah, tabarruj adalahsetiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mataorang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di manaseorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok danditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyahterdahulu.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamuberhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahuludan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah ALLAH danRasul-Nya. Sesungguhnya ALLAH bermaksud hendak menghilangkan dosa darikamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS.Al-Ahzab 33)

ALLAH juga melarang mereka melakukan tabarrujseperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksudtabarruj jahiliyah terdahulu itu?

Mujahid berkata, “Wanita dahulu keluar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu.”

Qatadah berkata, “Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. ALLAH melarang hal ini.”

Muqatilbin Hayyan berkata, “Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkankerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarrujterdahulu di mana ALLAH melarang wanita-wanita beriman untukmelakukannya.”

Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid,“Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orangJahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahuluberjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”

Adayang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyahsebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yangmelakukan perbuatan jahiliyah pertama.

Sedangkan pengertianikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih.Ikhtilath dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuandan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidakdibenarkan oleh Islam.

Imam Abu Daud meriwayatkan, Hamzah binAbi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumahdari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan.Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakangsaja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika adalaki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta adawanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannyatersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (HR. Abu Daud).

Al-Qur’anmemberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap,bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. ALLAH berfirman, “Haiistri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jikakamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehinggaberkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlahperkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab 32)

Sekarang ini pemandanganwanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Duniaentertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budayatabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka.Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-temanwanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya.


Bahaya Tabarruj dan Ikhtilath

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan bahaya tabarruj dan ikhtilah bagi, diri, keluarga, dan masyarakat.

1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya
Danbarangsiapa bermaksiat kepada ALLAH akan merasakan akibatnya. Samasekali tidak akan membahayakan ALLAH. Rasulullah saw. bersabda, “Setiapumatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.” Mereka (sahabat)bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda,“Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiatkepadaku ia orang yang tidak mau.” (HR. Bukhari)

2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar
Karenakedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Diriwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqahdatang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalammembela Islam. Beliau bersabda, “Aku membaiatmu agar kamu tidakmenyekutukan ALLAH dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidakmembunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karenaperbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidaktabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (HR. Bukhari)

3. Tabarruj dan Ikhtilath mendatangkan laknat
DiMustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin UmarRasulullah saw bersabda, “Akan datang di akhir umatku nanti laki-lakiyang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintumasjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, dikepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itukarena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum,tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita merekasebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian.”

4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka
AbuHurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua golongan pendudukneraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama merekacambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang.Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak merekadan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus,mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunyatercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

5. Tabarruj adalah Kemunafikan yang akan Mendatangkan Kegelapan di hari Kiamat
Al-Baihaqimeriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, “Sebaik-baikwanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok(dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada ALLAH. Dan seburuk-burukwanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orangmunafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecualiseperti gagak putih.” (HR. Baihaqi).

6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat
Diriwayatkandari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Ada tiga orang yang, kamu janganbertanya kepada mereka: seseorang yang keluar dari jamaah dan durhakakepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budakperempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati,dan seorang wanita ditinggal keluar oleh suaminya dan telah dicukupikebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka janganbertanya kepada mereka.” (HR. Ahmad)

7. Tabarruj adalah sunnah Iblis
Jikamenutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalahsunnah Nabi saw. Maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, dimana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnyaterbuka. ALLAH mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidakterfitnah oleh tipu daya Iblis. ALLAH berfirman,

“Hai anak Adam,janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana iatelah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan darikeduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempatyang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikansyetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidakberiman.” (QS. Al-A’raf: 27).

8. Tabarruj dan Ikhtilath adalah Permulaan Zina
Setiapkali penyimpangan terjadi akan melahirkan penyimpangan lain yang lebihbesar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjagakehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya,terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirnadan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudahdilakukan bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar.Termasuk di antaranya zina. Di tengah masyarakat kita sekarang terjadiperbedaan persepsi tentang zina. Bahkan tidak ada undang-undang yangmenjadikan zina sebagai kejahatan kecuali ia terkait dengan hak-hakasasi manusia.

9. Tabarruj dan Ikhtilath mengundang Siksaan ALLAH
Dihadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah nampakkebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan(melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dankelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka.” (HR. IbnuMajah).


Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang ALLAH sinyalir dalam Al-Qur’an,

“Danjika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkankepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaatiALLAH) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudahsepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudiankami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra’: 16)

Tentusaja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku kemaksiatan, kaummutabarrijat dan mereka tidak ada hijab dalam hubungan antar lawanjenis. Semua orang yang ada di sebuah komunitas akan terkena dampaknya.Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagaikemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpinmenjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amarma’ruf nahi mungkar.

Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa iamendengar sabda Rasulullah saw, “Jika manusia melihat kemungkaran lalutidak merubahnya, hampir ALLAH meratakan siksanya kepada mereka semua.”(Diriwayatkan Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

Dakwatuna.com


http://rosadtea.wordpress.com/bacaan/kenapa-anak-kita-bukan-milik-kita/

0 komentar

http://rosadtea.wordpress.com/bacaan/kenapa-anak-kita-bukan-milik-kita/

0 komentar

http://rosadtea.wordpress.com/bacaan/kenapa-anak-kita-bukan-milik-kita/

0 komentar

Do'a Qur'an

0 komentar



Created by: Tamim (mastamim@yahoo.com)

Do'a Qur'an

0 komentar



Created by: Tamim (mastamim@yahoo.com)

Do'a Qur'an

0 komentar



Created by: Tamim (mastamim@yahoo.com)

Tangga yang Akan Dijual

0 komentar
Nasrudin memanjat sebuah dinding, lalu tangga yang dipakainya ditarik dan diletakkan di kebun tetangganya.
Pemilik kebun ternyata memergokinya, dan bertanya apa yang sedang ia lakukan di sana.
"Aku... punya sebuah tangga yang akan kujual," ujar Nasrudin berimprovisasi.
"Dasar bodoh!" kata sang tetangga. "Kebun itu bukan tempat menjual tangga."
"Kamu yang tolol," kata Nasrudin. "Kamu belum tahu? Tangga itu bisa dijual di mana pun

Tangga yang Akan Dijual

0 komentar
Nasrudin memanjat sebuah dinding, lalu tangga yang dipakainya ditarik dan diletakkan di kebun tetangganya.
Pemilik kebun ternyata memergokinya, dan bertanya apa yang sedang ia lakukan di sana.
"Aku... punya sebuah tangga yang akan kujual," ujar Nasrudin berimprovisasi.
"Dasar bodoh!" kata sang tetangga. "Kebun itu bukan tempat menjual tangga."
"Kamu yang tolol," kata Nasrudin. "Kamu belum tahu? Tangga itu bisa dijual di mana pun

Tangga yang Akan Dijual

0 komentar
Nasrudin memanjat sebuah dinding, lalu tangga yang dipakainya ditarik dan diletakkan di kebun tetangganya.
Pemilik kebun ternyata memergokinya, dan bertanya apa yang sedang ia lakukan di sana.
"Aku... punya sebuah tangga yang akan kujual," ujar Nasrudin berimprovisasi.
"Dasar bodoh!" kata sang tetangga. "Kebun itu bukan tempat menjual tangga."
"Kamu yang tolol," kata Nasrudin. "Kamu belum tahu? Tangga itu bisa dijual di mana pun

Hadiah

0 komentar
Nasrudin punya sebuah kabar baik untuk sang Raja. Dan setelah dengan susah payah berusaha menghadap raja, akhirnya ia pun bisa menceritakan berita baik itu.
Raja tampak gembira mendengar cerita Nasrudin. "Pilih sendiri, hadiah apa yang kau inginkan," katanya.
"Lima puluh cambukan," kata Nasrudin.
Meskipun terheran-heran, Raja memerintahkan juga agar Nasrudin dicambuk.
Ketika cambukan sudah sampai ke yang dua puluh lima, Nasrudin berteriak: "Berhenti!"
"Sekarang," katanya, "bawa masuk temanku, dan beri ia setengah dari hadiah yang kuperoleh. Tadi aku telah bersumpah untuk memberinya setengah dari hasil yang kuperoleh karena kabar baik yang kusampaikan itu

Hadiah

0 komentar
Nasrudin punya sebuah kabar baik untuk sang Raja. Dan setelah dengan susah payah berusaha menghadap raja, akhirnya ia pun bisa menceritakan berita baik itu.
Raja tampak gembira mendengar cerita Nasrudin. "Pilih sendiri, hadiah apa yang kau inginkan," katanya.
"Lima puluh cambukan," kata Nasrudin.
Meskipun terheran-heran, Raja memerintahkan juga agar Nasrudin dicambuk.
Ketika cambukan sudah sampai ke yang dua puluh lima, Nasrudin berteriak: "Berhenti!"
"Sekarang," katanya, "bawa masuk temanku, dan beri ia setengah dari hadiah yang kuperoleh. Tadi aku telah bersumpah untuk memberinya setengah dari hasil yang kuperoleh karena kabar baik yang kusampaikan itu

Hadiah

0 komentar
Nasrudin punya sebuah kabar baik untuk sang Raja. Dan setelah dengan susah payah berusaha menghadap raja, akhirnya ia pun bisa menceritakan berita baik itu.
Raja tampak gembira mendengar cerita Nasrudin. "Pilih sendiri, hadiah apa yang kau inginkan," katanya.
"Lima puluh cambukan," kata Nasrudin.
Meskipun terheran-heran, Raja memerintahkan juga agar Nasrudin dicambuk.
Ketika cambukan sudah sampai ke yang dua puluh lima, Nasrudin berteriak: "Berhenti!"
"Sekarang," katanya, "bawa masuk temanku, dan beri ia setengah dari hadiah yang kuperoleh. Tadi aku telah bersumpah untuk memberinya setengah dari hasil yang kuperoleh karena kabar baik yang kusampaikan itu

Bukan Urusanku

0 komentar
Keledai Nasrudin dicuri orang.
Ia segera mengadu ke polisi.
"Mullah," ujar Kepala Polisi, "ini masalah serius. Kita akan berusaha keras agar keledai Tuan kembali. Di samping itu, Anda termasuk orang penting. Sekarang ceritakanlah dari mula, bagaimana hal itu bisa terjadi?"
"Karena aku tidak ada di sana, sulit bagiku untuk menceritakan urutan kejadian itu. Betul kan?" kata Nasrudin. "Di samping itu, bukan urusanku untuk mengetahui hal itu

Bukan Urusanku

0 komentar
Keledai Nasrudin dicuri orang.
Ia segera mengadu ke polisi.
"Mullah," ujar Kepala Polisi, "ini masalah serius. Kita akan berusaha keras agar keledai Tuan kembali. Di samping itu, Anda termasuk orang penting. Sekarang ceritakanlah dari mula, bagaimana hal itu bisa terjadi?"
"Karena aku tidak ada di sana, sulit bagiku untuk menceritakan urutan kejadian itu. Betul kan?" kata Nasrudin. "Di samping itu, bukan urusanku untuk mengetahui hal itu

Bukan Urusanku

0 komentar
Keledai Nasrudin dicuri orang.
Ia segera mengadu ke polisi.
"Mullah," ujar Kepala Polisi, "ini masalah serius. Kita akan berusaha keras agar keledai Tuan kembali. Di samping itu, Anda termasuk orang penting. Sekarang ceritakanlah dari mula, bagaimana hal itu bisa terjadi?"
"Karena aku tidak ada di sana, sulit bagiku untuk menceritakan urutan kejadian itu. Betul kan?" kata Nasrudin. "Di samping itu, bukan urusanku untuk mengetahui hal itu

Syair yang Jelek

0 komentar
Amir kota membacakan sebuah syair yang digubahnya dan meminta pendapat Bahlul.
"Aku tidak menyukainya," sahut Bahlul.
Amir pun marah dan memerintahkan agar Bahlul dijebloskan ke dalam penjara.
Minggu berikutnya si amir memanggil Bahlul dan membacakan lagi di hadapannya syairnya yang lain. "Bagaimana dengan yang ini?" tanyanya.
Bahlul segera bangkit berdiri.
"Hendak ke mana kamu?" tanya si amir.
"Ke penjara," jawab Bahlul

Permata

0 komentar
Seorang sufi yang arif melihat seorang laki-laki mondar-mandir di jalan, dengan wajah berduka dan putus asa.
"Apakah kamu baru saja dizalimi?" tanya sang arif.
Lelaki itu berkata, "Aku ini orang asing di daerah ini. Ketika aku pergi ke tempat mandi umum, aku menitipkan uangku dan seluruh milikku kepada seorang penjaja makanan. Ketika aku hendak mengambilnya kembali, si penjaja makanan itu memandangku ke luar dari kedainya."
Sang arif berkata: "Jangan cemas, aku tahu caranya mendapatkan kembali itu semua. Besok siang aku akan ke kedai penjaja makanan itu. Kamu datang ke sana, jangan berbicara denganku, dan mintalah milikmu itu kembali."
Lalu sang arif datang ke penjaja makanan itu dan berkata: "Aku sedang berencana akan pergi haji. Karena aku punya banyak sekali emas dan permata, aku akan menitipkannya padamu. Jika aku tidak kembali dalam waktu tertentu, terserahlah kepadamu kalau kamu mau menjualnya dan menggunakan uangnya untuk amal."
Girang sekali si penjaja makanan itu mendengar akan kamu bawa permata-permata itu."
"Besok siang," sahut sang arif.
Keesokan harinya sang arif itu mengisi sebuah tas besar dengan batu-batu dan pecahan-pecahan kaca, lalu menemui si penjaja makanan itu pada siang hari. Mata si penjaja makanan melihat tas yang mengembang itu dan dia mendecakkan kedua bibirnya.
Pada saat itu sang musafir memasuki kedai dan berkata: "Aku datang untuk mengambil barang-barangku yang kutitipkan kepadamu."
"Oh, ya," kata si penjaja makanan, dan menyuruh pembantunya untuk mengambilkan barang-barang si musafir itu